7 Manusia Harimau sudah masuk episode-episode terakhir



Malam tadi 7 Februari 2015 merupakan episode 7 Manusia Harimau yang ke-572. Saat ini sinetron 7 Manusia Harimau sudah masuk episode-episode terakhir. Sebentar lagi 7 MH akan tamat atau berakhir tayang di RCTI. Pada episode-episode terakhir ini Pitaloka sudah menjadi Inyik dan juga merupakan calon Ratu Andalas.


7 Manusia Harimau


Pada kisah 7 Manusia Harimau Next Generation malam ini diceritakan Gumara, Rajo Langit dan Datuk tunggal mencari keberadaan Pitaloka. Mereka bertemu Kitanasma yang menyebut Pitaloka diserang pendekar dan siluman. Gumara berkelahi dengan Kitanasma karena menganggapnya menipu soal keberadaan Pitaloka. Ternyata itu bukan Kitanasma asli melainkan siluman penyamar. Sementara itu Kitanasma asli sedang melakukan ritual dengan Pitaloka. Dia menyuruh Pitaloka memotong rambutnya sebagai bagian dari ritual.

Sementara itu di desa Kumayan, Ratu Hang Cinda menyamar menjadi seorang nenek tua, nenek Anda. Dia menyamar untuk mengadu domba masyarakat desa Kumayan. Dia menipu Nina, Ajit dan Laras dan menyebutnya dia bisa membantu mereka bertiga bisa menjadi pendekar yang tangguh. Nenek samaran Ratu Hang Cinda itu memberikan 3 senjata ampuh untuk menjadi pendekar yang tangguh kepada masing-masing mereka. Laras mendapat selendang merah, Nina mendapat gelang emas dan Ajit mendapat Jubah perak. Hal itu dilakukan Ratu Hang Cindai untuk mendapatkan kepercayaan dari mereka.

Masih di desa Kumayan, Lebay Karat marah terhadap Ki Maung yang masih menemui Ratih. Keduanya sempat terlibat perkelahian. Karina malah ikut memarahi Lebay Karat. Karina masih tetap berambisi untuk menjadi Inyik. Ki Rotan menghasut Karina supaya mengambil haknya sebagai seorang Inyiek. Karina akhirya kembali ke rumah menemui Lebay Karat dan meminta maaf. Ketika memeluk Lebay Karat, Karina meminum cairan racun karena menurut Karina daripada tidak menerima ilmu Inyik Karina lebih baik mati. Karina berharap Lebay Karat memberikan ilmu Inyiknya kepadanya. Humbalang  dan Lebay Karat berusaha mengobati Karina yang meminum racun mematikan. Humbalang menotok tubuh Karina supaya racunnya tidak menyebar. Ibu Ratih sedih melihat Karina melakukan hal senekat itu. Ibu Ratih sampai pingsan saking sedihnya. Karina menyebutnya hanya Inyik yang bisa menyembuhkannya.

Gumara dan Rajo Langit  akhirnya bisa bertemu Kitanasma dan Pitaloka. Gumara mengajak Pitaloka kembali dan menyebut pesan di Kulit Harimau Lantung yang ditulis Datuk Abu untuk menitipkan Pitaloka ke Kitanasma adalah palsu dan tidak tertulis seperti yang dikatakan.  Namun Kitanasma menolak dan menyebut Ritual Pitaloka belum sempurna. Pitaloka adalah tanggung jawab Kitanasma sesuai amanat Datuk Abu. Gumara dan Rajo Langit menyerang Kitanasma. Mereka berkelahi. Harimau Tunggal datang dan melerai mereka. Gumara menuduh Kitanasma menyembunyikan sesuatu.

Lebay Karat, Limbubu, Humbalang dan Rajo Langit coba mengadakan ritual untuk menyembuhkan Karina. Rajo Langit menawarkan nyawanya untuk kesembuhan Karina. Gumara yang sedang berjalan dengan Pitaloka melihat Atuk tunggal dan Kitanasma berkelahi. Gumara dan Pitaloka membantu Atuk tunggal. Kitanasma membelah diri menjadi dua. Atuk Tunggal datang melerai. Ternyata Atuk Tunggal dan Kitanasma tadi hanya sedang latihan. Kitanasma juga ingin mengetahui kekuatan Gumara dan Pitaloka sebenarnya.

Rajo Langit bersedia dihantam agar ilmu Inyiknya berpindah ke Karina. Lebay Karat, Limbubu, Humbalang kemudian mencoba menghantam Rajo Langit. Rajo Lagit terjatuh membuat Lebay Karat, Limbubu, Humbalang  khawatir dan tidak ingin Rajo Langit mati. Tapi Rajo Langit tetap ingin agar dia bisa mengorbankan dirinya untuk kesembuhan Karina. Sementara itu Ratu Hang Cinda dan Kumbang mengintip kegiatan mereka.

Itulah sekilas cerita episode 7 Manusia Harimau yang ke-572.  Kisah 7 Manusia Harimau ini masih berlanjut besok. Bagaimanakah cerita akhir dari episode 7 Manusia Harimau ini ?...

Update: Baca Sinetron 7 Manusia Harimau tamat atau berakhir di episode 577

0 Response to "7 Manusia Harimau sudah masuk episode-episode terakhir"

Post a Comment